Postingan

Program Linear

 Nama : Muhamad Rizky Aprillian  Kelas : XI IPS 3  Mata Pelajaran : Matematika Program linear apakah kalian mendengar mengenai program linear?  Program linear merupakan salah satu metode dalam menentukan solusi optimal dari suatu permasalahan linear.  Dalam program linear terdapat fungsi objektif atau fungsi tujuan. Syarat, batas, dan kendala dalam program linear merupakan suatu bentuk pertidaksamaan linear.  Dengan menggunakan program linear Selanjutnya akan dibahas mengenai penerapan program linear dalam kehidupan sehari-hari.  Langkah-Langkah Program Linear  Berikut merupakan langkah-langkah dalam melakukan optimasi menggunakan teknik program linear.  • Tentukan variabel-variabel kendalanya.  • Tentukan Fungsi Tujuan.  • Susun model dari variabel-variabel kendala.  • Gambarkan grafik dari model yang telah dibuat.  • Tentukan titik-titik potong dari grafik.  • Tentukan daerah penyelesaian yang sesuai.  • hitung...

Matriks

 Nama : Muhamad Rizky Aprillian   Kelas : XI IPS 3   Mata Pelajaran : Matematika matriks adalah susunan bilangan-bilangan berbentuk persegi panjang yang diatur dalam baris atau kolom dengan dibatasi kurung. Bilangan yang tersusun dalam matriks disebut elemen/unsur matriks. Baris adalah susunan bilangan-bilangan yang mendatar (horizontal), sedangkan kolom adalah susunan bilangan-bilangan yang tegak (vertikal). Ordo matriks adalah banyaknya elemen baris dan banyaknya elemen kolom dari suatu matriks. Jika sebuah matriks memiliki i baris dan j kolom, maka matriks tersebut berordo i x j, dapat dituliskan Ai.j. Jenis-jenis Vektor Matematika Matriks terbagi menjadi beberapa jenis, diantaranya: 1. Matriks nol, matriks yang seluruh elemennya adalah bilangan nol. 2. Matriks baris, matriks yang hanya memiliki satu baris, berordo 1 x j. 3. Matriks kolom, matriks yang hanya memiliki satu kolom, berordo i x 1. 4. Matriks persegi, matriks yang ban...

Induksi Matematika

 Nama : Muhamad Rizky Aprillian  Kelas : XI IPS 3  Mata Pelajaran : Matematika Induksi Matematika   Induksi matematika adalah suatu metode yang biasanya digunakan untuk pembuktian deduktif dimana sering digunakan dalam membuktikan suatu pernyataan di bidang matematika yang berhubungan dengan himpunan bilangan tertentu dengan terurut rapi. Contoh dari bilangan tersebut adalah bilangan asli ataupun himpunan bilangan bagian tak kosong dari suatu bilangan asli. Induksi matematika bukanlah metode yang digunakan untuk merumuskan suatu masalah tertentu, melainkan induksi matematika ini digunakan untuk membuktikan dan mengecek suatu rumus atau pernyataan tertentu sehingga bisa diketahui kebenarannya. Jadi bisa disimpulkan jika Induksi matematika ini tidak dapat digunakan sebagai metode penurunan rumus. Di bawah ini merupakan beberapa contoh mengenai pernyataan matematika yang dapat kita buktikan dengan menggunakan induksi matematika mengenai kebenarannya. Rumus matematika un...

()SUDUT-SUDUT() BERELASI |Pt. 2|

 Nama : Muhamad Rizky Aprillian  Kelas : X IPS 2 Di part sebelumnya, kita sudah membahas pengertian sudut berelasi. Nah, kali ini kita akan membahas perbandingan sudut-sudut berelasi di kuadran I, II, III, dan IV. Sudut Berelasi di Kuadran I Untuk α = sudut lancip, maka (90° − α) merupakan sudut-sudut kuadran I. Dalam trigonometri, relasi sudut dinyatakan sebagai berikut : sin (90° − α) = cos α cos (90° − α) = sin α tan (90° − α) = cot α Sudut Berelasi di Kuadran II Untuk α = sudut lancip, maka (90° + α) dan (180° − α) merupakan sudut-sudut kuadran II. Dalam trigonometri, relasi sudut dinyatakan sebagai berikut : sin (90° + α) = cos α cos (90° + α) = -sin α tan (90° + α) = -cot α sin (180° − α) = sin α cos (180° − α) = -cos α tan (180° − α) = -tan α Sudut Berelasi Kuadran III Untuk α = sudut lancip, maka (180° + α) dan (270° − α) merupakan sudut kuadran III. Dalam trigonometri, relasi sudut dinyatakan sebagai berikut : sin (180° + α) = -sin α cos (180° ...

()SUDUT-SUDUT() BERELASI |Pt. 1|

Gambar
 Nama : Muhamad Rizky Aprillian  Kelas : X IPS 2 Sudut-sudut yang berelasi atau berhubungan ditunjukkan dengan adanya hubungan antara sudut  α  dengan sudut  (90° ± α) ,  (180° ± α) ,  (270° ± α) ,  (360° ± α) , atau  -α . Jika sudut  α  berelasi dengan sudut  (90° - α)  atau  ( π 2  - α) , maka kedua sudut dinamakan  saling berpenyiku . Selanjutnya, jika sudut  α  berelasi dengan sudut  (180° - α)  atau  (π - α) , maka kedua sudut tersebut dinamakan  saling berpelurus .       Contoh-Contoh Soal Nomor 1 Sin 110 0 = ... A. - Cos 20 0 B. Cos 20 0 C. Sec 20 0 D. Cot 20 0 E. Tan 20 0 Pemkoreksian Sin 110 0 = Sin (90 0 + 20 0 ) Jadi, α = 20 0 maka Sin 110 0 = Cos 20 0 Jawaban: B Nomor 2 Sin 120 0 = ... A. 0 B. - 1/2 C. 1/2 D. 1/2 √2 E. 1/2 √3   DAFTAR PUSTAKA https://www.danlajanto.com/2015/10/sudut-sudut-berelasi-trigonometri-sma...

/Soal Kontekstual Perbandingan Trigonometri, Sudut Elevasi, dan Depresi/

Gambar
 Nama : Muhamad Rizky Aprillian   Kelas : X IPS 2 Contoh soal 1 Nilai sin α pada segitiga berikut adalah … Contoh soal perbandingan trigonometri nomor 1 A.  24/25 B.  24/7 C.  7/25 D.  7/24 E.  25/ 24 Pembahasan → AC =  √ 7 2  + 24 2 → AC =  √ 49 + 576  = 25 → sin α =  BC/AC → sin α =  7/25 Soal ini jawabannya C. Contoh soal 2 Contoh soal perbandingan trigonometri nomor 2 Panjang sisi AB pada segitiga diatas adalah … A. 5 cm B. 5  √  2     cm C. 5  √  3     cm D. 10  √  2     cm E. 5/2  √  2     cm Pembahasan → tan 60 o  =  AB BC → AB = tan 60 o  x BC → AB =  √  3  x 5 cm = 5  √  3  cm Soal ini jawabannya C. Contoh soal 3 Jika diketahui tan α adalah   maka pernyataan yang tepat adalah … A. sin α =  B. sin α =  C. sin α =  D. cos α =  E. cos α =  Pembahasan Pemb...

PeRbanDiNGAn TriGONoMetRi |pada segitiga siku-siku|

Gambar
 Nama : Muhamad Rizky Aprillian  Kelas  : X IPS 2 Trigonometri sangat erat kaitannya dengan sudut segitiga, karena asal kata trigonometri sendiri yang berarti mengukur tiga sudut (berasal dari kata Yunani, trigonon: tiga sudut dan metro: mengukur). Jika berbicara mengenai trigonometri tidak akan bisa lepas dari sinus, cosinus, tangen, cosecan, secan, dan cotangen. Perbandingan Trigonometri dari Suatu Sudut padaSegitiga Siku-Siku Segitiga siku-siku yaitu segitiga dengan salah satu sudutnya adalah  . Dalam segitiga siku-siku terdapat sisi miring yang disebut hipotenusa. Kuadrat hipotenusa yaitu jumlah dari kuadrat dua sisi lainnya. Secara sistematis, teorema Pythagoras dapat dinyatakan sebagai berikut. dengan a dan b adalah sisi siku-siku dan c adalah sisi miringnya. Untuk lebih jelasnya maka perhatikan gambar berikut.   2. Perbandingan Sinus, Cosinus, Tangen, Secan, Cosecan, dan Cotangen pada Trigonometri tiga fungsi trigonometri yang utama adalah...